Tugas Penelitian Kualitatif

tugas penelitian kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif

Oleh Iyan Afriani H.S. 17 Januari 2009.
Akses tangal 14 Mei 2010.

Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.

Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati

Komentar :

Setiap kegiatan penelitian sejak awal sudah harus ditentukan dengan jelas pendekatan/desain penelitian apa yang akan diterapkan, hal ini dimaksudkan agar penelitian tersebut dapat benar-benar mempunyai landasan yang kuat dilihat dari sudut metodologi penelitian, disamping pemahaman hasil penelitian yang akan lebih proporsional apabila pembaca mengetahui pendekatan yang diterapkan.

Obyek dan masalah penelitian memang mempengaruhi pertimbangan-pertimbangan mengenai pendekatan, desain ataupun metode penelitian yang akan diterapkan. Tidak semua obyek dan masalah penelitian bisa didekati dengan pendekatan tunggal, sehingga diperlukan pemahaman pendekatan lain yang berbeda agar begitu obyek dan masalah yang akan diteliti tidak pas atau kurang sempurna dengan satu pendekatan maka pendekatan lain dapat digunakan, atau bahkan mungkin menggabungkannya.

Metode Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang orang dan perilaku yang dapat diamati oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu temuan yang mendalam. Data tidak berbentuk angka, lebih banyak berupa data tidak berbentuk angka, lebih banyak berupa narasi, deskripsi, cerita, dokumen tertulis dan tidak narasi, deskripsi, cerita, dokumen tertulis dan tidak tertulis bahkan bila perlu ditambah dengan dokumen baik itu berupa foto, gambar maupun catatan-catatan yang berhubungan dengan obyek penelitian. Dengan demikian bahwa peneltian kualitatif adalah suatu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian.

Dengan menggunakan landasan teori dipergunakan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan data dan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga dapat bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. kualitatif.

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Oleh Yulia Agustus 2004.
Akses Tanggal 14 Mei 2010.
http://www.damandiri.or.id/file/yuliaistanahunair

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu berawal pada data dan bermuara pada kesimpulan ( Bungin, 2001: 18 ). Sasaran atau obyek penelitian dibatasi agar data yang diambil dapat digali sebanyak mungkin serta agar penelitian ini tidak dimungkinkan adanya pelebaran obyek penelitian, oleh karena itu, maka kredibilitas dari peneliti sendiri menentukan kualitas dari penelitian ini ( Bungin, 2001:26). Penelitian ini juga menginterpretasikan atau menterjemahkan dengan bahasa peneliti tentang hasil penelitian yang diperoleh dari informan dilapangan sebagai wacana untuk mendapat penjelasan tentang kondisi yang ada .

Dalam penelitian ini juga menggunakan jenis penelitian diskriptif, yaitu jenis penelitian yang hanya menggambarkan, meringkas berbagai kondisi dan situasi yang ada, Penulis mencoba menjabarkan kondisi konkrit dari obyek penelitian dan menghubungkan variabel – variabel dan selanjutnya akan dihasilkan diskripsi tentang obyek penelitian.

Memilih Lokasi Penelitian

Ada beberapa hal yang membuat peneliti tertarik dalam melakukan penelitian ini, diantaranya :

Pertama, adanya pemanfaatan terhadap potensi – potensi perempuan ketika menjelang
pemilihan umum oleh partai- partai politik untuk memperoleh suara mayoritas, disini perempuan seakan sebagai komiditas pada masa kampanye, karena ketika pada tahap penentuan dan penempatan calon anggota legislatif, proyeksi perempuan untuk jadi anggota legislaif, kurang jauh dari 30 %.

Kedua, peneliti adalah aktivis orgaisasi sosial kemasyarakatan di tingkat Wilayah Jawa Timur sejak tahun 1989, dan berkecimpung di organisasi politik sejak dua periode, sehingga sedikit memahami proses – proses politik pada organisasi politik di tingkat Jawa Timur

Ketiga, peneliti adalah pembina organisasi Pergerakan Partai Kebangkitan Bangsa Cabang Sidoarjo pada tahun 2000 – 2005, sehingga memahami betul kendala, hambatan dan ancaman – ancaman perempuan dalam berproses di dunia politik. Keempat, dalam dua periode pemilihan umum, peneliti telah dicalonkan oleh organisasi dengan proses – proses yang tidak seimbang antara laki- laki dan perempuan.

Teknik Pemilihan Informan

Teknik pemilihan informan merupakan cara menentukan sample yang dalam penelitian kualitatif disebut informan. Dalam penelitian kualitatif sample diambil secara purposive dengan maksud tidak harus mewakili seluruh populasi, sehingga sample memiliki pengetahuan yang cukup serta mampu menjelaskan keadaan sebenarnya tentang obyek penelitian. Apabila menggunakan wawancara sampel diambil dari beberapa kejadian, apabila menggunakan observasi. Apabila menggunakan tehnik dokumentasi, sample dapat berupa bahan-bahan dokumenter, prasasti, legenda, dan sebagainya Bungin, 2001:173).

Baca Juga  Supervisi Kelas Oleh Kepala Sekolah Terhadap Guru Penerima Tunjangan Profesi Guru Di SMP Negeri 1 Selakau

Komentar :

Didalam penelitian kualitatif jenis data terdiri bias juga diambil dari data kasus, yaitu data yang hanya menjelaskan kasus – kasus tertentu, dalam arti, data kasus tersbut berlaku untuk kasus tersebut diatas serta tidak digeneralisasikan dengan kasus lain dengan jangkauan radius yang lebih luas, yakni berupa data kasus lebih luas dan komprehensif dalam menggambarkan sebuah obyek penelitian, selain itu juga data kasus mempunyai area yang luasnya tergantung pada seberapa besar penelitian kualitatif itu. Yang tidak kalah pentingnya bahwa data kasus memiliki batas – batas yang jelas satu dengan lainnya. Sehingga peneliti diatas hanya membatasi wilayah Jawa Timur sebagai wialayah penelitian dengan permasalahan mengenai “ Komitmen organisasi politik dalam meningkatkan partisipasi perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur “.

Namun yang tidak kalah pentingya data juga dapat diperoleh melalui data pengalaman pribadi peneliti, sebagai bahan keterangan mengenai apa yang dialami oleh individu sebagai warga masyarakat tertentu yang menjadi obyek penelitian. Dengan data ini peneliti mendapatkan suatu pandangan dari dalam melalaui reaksi, tanggapan, interpretasi dan penglihatan para warga masyarakat sebagai obyek penelitian, langkah berikutnya dengan menggali informasi lebih mendalam untuk mendapatkan beberapa orang sampai dirasa cukup sebagai sampel dalam penelitian.

PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF: WAWANCARA

oleh : Imami Nur Rachmawati.
Jurnal Penelitian Kualitatif.
Akses tanggal 21 Mei 2010.

Wawancara merupakan bentuk pengumpulan data yang paling sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Perawat seringkali menganggap wawancara itu mudah karena dalam kesehariannya, perawat sering bercakap-cakap dengan kliennya untuk mendapatkan informasi penting. Kenyataannya tak semudah itu. Banyak peneliti mengalami kesulitan mewawancarai orang, karena orang cenderung menjawab dengan singkat. Apalagi budaya pada masyarakat Indonesia yang cenderung tidak terbiasa mengungkapkan perasaan mereka.

Wawancara pada penelitian kualitatif memiliki sedikit perbedaan dibandingkan dengan wawancara lainnya seperti wawancara pada penerimaan pegawai baru, penerimaan mahasiswa baru, atau bahkan pada penelitian kuantitatif. Wawancara pada penelitian kualitatif merupakan pembicaraan yang mempunyai tujuan dan didahului beberapa pertanyaan informal. Wawancara penelitian lebih dari sekedar percakapan dan berkisar dari informal ke formal. Walaupun semua percakapan mempunyai aturan peralihan tertentu atau kendali oleh satu atau partisipan lainnya, aturan pada wawancara penelitian lebih ketat.

Tidak seperti pada percakapan biasa, wawancara penelitian ditujukan untuk mendapatkan informasi dari satu sisi saja, oleh karena itu hubungan asimetris harus tampak. Peneliti cenderung mengarahkan wawancara pada penemuan perasaan, persepsi, dan pemikiran partisipan.

Komentar :

Wawancara merupakan alat pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh peneliti sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, tanpa menggunakan pedoman wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Dengan demikian peneliti akan mendapat informasi yang banyak dan informan tidak merasa sungkan-sungkan memberikan informasi yang sesungguhnya. Bahkan akan mendapatkan hasil informasi tesebut lebih mendalam karena peneliti sudah membaur dengan informan tersebut dan juga mereka beranggapan tidak dianggap secara resmi atau khawatir terhadap apa yang mereka berikan kepada peneliti.

Disamping ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. Beberapa cara saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan yang sifatnya memilih salah satu, jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum mendapatkan informasi yang mendalam, ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif.

Metode Kualitatif

http://www.candilaras.co.cc/2008/05/penelitian kualitatif
Akses Tanggal 22 Mei 2010.

Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara, tentatif dan akan berkembang atau berganti setelah penenliti berada dilapangan. Dalam penelitian kualitatif terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah yang dibawa oleh peneliti. Pertama, masalah yang dibawa oleh peneliti tetap sehingga tidak terjadi perubahan sampai akhir penelitian. Kedua,masalah yang dibawa peneltiti setelah memasuki penelitian berkembang permasalahan yang telah disiapkan sehingga terjadi perubahan. Ketiga, masalah yang dibawa peneliti setelah memasuki lapangan berubah total sehingga harus diganti permasalahannya.

Seperti kita ketahui Permasalahan dalam penelitian sangat lah luas Karena terlaluluasnya masalah tersebut, maka dalam penelitian kualitatif peneliti mempersempit masalah penelitian yang disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang bersifat umum. Peneliti kualitatif menetapkan fokus bertujuan untuk memperajam penelitian. Spradley dalam (Sugiyono, 2007:208) menyatakan bahwa “A focused refer to a single cultural domain or a few related domains” maksudnya adalah bahwa, fokus itu merupakan domain tunggal atau beberapa domain yang terkait dari situasi sosial. Dalam penelitian kualitatif, penentuan fokus dalam proposal lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan).

Komentar :

Di dalam suatu penenlitian kualitatif biasanya penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan, pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dianggap ahli. Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan memungkinkan untuk berkembang setelah peneliti berada dilapangan. Contoh fokus penelitian dalam penelitian pendidikan misalnya peneliti akan memfokuskan pada interaksi guru dan murid di kelas.

Baca Juga  Rencana Induk Pengembangan Sekolah

Dalam penelitian tentang sumber daya manusia, peneliti dapat memfokuskan pada sistem penggajian dan kinerja pegawai. Dengan demikian setelah dilapangan dapat ditemukan hal-hal yang baru sangat mendukung data dan informasi yang akan diteliti oleh peneliti berarti apa yang telah dirumuskan akan dapat berubah.

Perumusan Masalah Penelitian Kualitatif: Grounded Theory Approach.

http://www.infoskripsi.com/Theory/Metode-Penelitian-Kualitatif-Grounded-Theory-Approach.
Akses Tanggal 22 Mei 2010



Seperti diketahui, paradigma kualitatif mengasumsikan bahwa di dalam kehidupan sosial selalu ditemukan regulasi-regulasi yang relatif sudah terpola. Pola-pola regulasi yang ditemukan melalui penelitian itulah yang dirumuskan menjadi teori. Asumsi ini dipertegas dalam Grounded Theory, dengan menyatakan bahwa; (a) semua konsep yang berhubungan dengan fenomena belum dapat diidentifikasi; dan (b) hubungan antarkonsep belum terpahami atau belum tersusun secara konseptual. Oleh sebab itu, tidak mungkin bagi seorang peneliti untuk mengajukan masalah yang sangat spesifik –seperti yang dituntut dalam metode kuantitatif, baik variabel maupun tipe hubungan antarvariabelnya.

Substansi rumusan masalah dalam pendekatan Grounded Theory masih bersifat umum, yaitu dalam bentuk pertanyaan yang masih memberi kelonggaran dan kebebasan untuk menggali fenomena secara luas, dan belum sampai menegaskan mana saja variabel yang berhubungan dengan ruang lingkup masalah dan mana yang tidak. Demikian pula tipe hubungan antarvariabelnya belum perlu dieksplisitkan dalam rumusan masalah yang dibuat.

Bertolak dari dasar asumsi dan kemungkinan yang diutarakan di atas, rumusan masalah dalam Grounded Theory disusun secara bertahap. Pada tahap awal –sebelum pengumpulan data, dikemukan rumusan masalah yang bersifat luas (tetapi tidak terlalu terbuka), yang kemudian nanti –setelah data yang bersifat umum dikumpulkan—rumusan masalahnya semakin dipersempit dan lebih difokuskan sesuai dengan sifat data yang dikumpulkan. Intinya adalah, bahwa rumusan masalah dalam Grounded Theory disusun lebih dari satu kali. Rumusan masalah yang diajukan pada tahap pertama dimaksudkan sebagai panduan dalam mengumpul data, sedangkan rumusan masalah yang diajukan pada tahap berikutnya dimaksudkan sebagai panduan untuk menyusun teori. Perumusan masalah yang disebut terakhir ini inheren dengan perumusan hipotesis penelitian.

Komentar :

Grounded Theory Approach adalah satu jenis metode penelitian kualitatif yang berorientasi pada penemuan teori dari kancah. Dilihat dari prosedur, prinsip, dan teknik yang digunakan, metode ini benar-benar bersifat kualitatif murni, tetapi jika dilihat dari kerangka berpikir yang digunakan ternyata secara implisit pendekatan ini meminjam metode kuantitatif. Namun semua konsep yang berhubungan dengan fenomena belum dapat diidentifikasi.

Teknik Pengumpulan Data

http://ardhana12.wordpress.com/2008/02/08/teknik-pengumpulan-data-kualitatif/
ardhana12 | Februari 8, 2008.
Akses 22 Mei 2010

Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa teknik dalam mengumpulkan data, seperti yang dikemukakan Sevilla, dkk (1993) bahwa dalam pengumpulan data penelitian dalam pendidikan dapat meliputi hal-hal sebagai berikut.

Pengamatan;Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses peneliti dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.

Pertanyaan; Teknik pertanyaan lebih cocok digunakan dalam pendekatan survei. Pertanyaan yang efektif akan membantu pengumpulan data yang akurat, karenanya Fox (dalam Sevilla, 1993) memberikan kreteria karakteristik pertanyaan yang efektif sebagai berikut; (a) bahasanya jelas, (b) ada ketegasan isi dan periode waktu, (c) bertujuan tunggal, (d) bebas dari asumsi, (e) bebas dari saran, dan (f) kesempurnaan dan konsistensi tata bahasa.

Angket atau kuesioner (questionnaire) : Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan presepsinya.

Studi dokumenter (documentary study) : Studi dokumenter merupakan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen,baik dokumen tertulis,gambar maupun elektronik. Dokumen yang telah diperoleh kemudian dianalisis (diurai), dibandingkan dan dipadukan (sintesis) membentuk satu hasil kajian yang sistematis, padu dan utuh. Jadi studi dokumenter tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.

Komentar :

Dari sebuah penyelidikan yang akan dihimpun data-data utama dan sekaligus data tambahannya. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. Sedangkan data tertulis, foto, dan statistik adalah data tambahan. Memang sudah lazim bahwa teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara-cara diatas seperti :pengamatan, pertanyaan, angkaet dan study dokumenter. Dalam mengumpulkan data-data yang dikemukakan diatas peneliti perlu membutuhkan alat bantu (instrumen penelitian). peneliti perlu menggunakan alat bantu, yaitu : pedoman wawancara, pedoman observasi dan alat perekam bila perlu.

Baca Juga  Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individual

Analisis Data

Oleh Arief B.
file:///F:/116-metode-penelitian-kualitatif.
Akses tanggal 22 Mei 2010.

Analisis kualitatif adalah aktivitas intensive yang memerlukan pengertian yang mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, dan pekerjaan berat. Analisa kualitatif tidak berproses dalam suatu pertunjukan linier dan lebih sulit dan kompleks dibanding analisis kuantitatif sebab tidak diformulasi dan distandardisasi.

Analisis Kualitatif: Pertimbangan-pertimbangan umum tujuan dari analisis data, dengan mengabaikan jenis data yang dimiliki dan mengabaikan tradisi yang sudah dipakai pada koleksinya, apakah untuk menentukan beberapa pesanan dalam jumlah besar informasi sehingga data dapat disintesis, ditafsirkan, dan dikomunikasikan. Walaupun tujuan utama dari kedua data kualitatif dan kuantitatif adalah untuk mengorganisir, menyediakan struktur, dan memperoleh arti dari data riset.

Satu perbedaan penting adalah, di dalam studi-studi kualitatif, pengumpulan data dan analisis data pada umumnya terjadi secara serempak, pencarian konsep-konsep dan tema-tema penting mulai dari pengumpulan data dimulai. Tugas analisis data adalah selalu hebat, tetapi itu yang terutama sekali menantang untuk peneliti kualitatif, tiga pertimbangan utama, yaitu:

  1. Tidak ada aturan-aturan sistematis untuk meneliti dan penyajian data kualitatif.
  2. Aspek analisis kualitatif yang kedua yang menantang adalah jumlah besar pekerjaan. Analis kualitatif harus mengorganisir dan bisa dipertimbangkan dari halaman dan bahan-bahan naratif. Halaman itu harus dibaca ulang dan kemudian diorganisir,mengintegrasikan.
  3. Tantangan akhir adalah pengurangan data untuk tujuan-tujuan pelaporan. Hasil-hasil utama dari riset kuantitatif dapat diringkas. Jika satu data kualitatif dikompres terlalu banyak, inti dari integritas bahan-bahan naratif sepanjang tahap analisa menjadi hilang. Sebagai konsekuensi, adalah kadang sukar untuk melakukan satu presentasi hasil riset kualitatif dalam suatu format yang kompatibel dengan pembatasan ruang dalam jurnal professional.

Komentar :

Analisa dari data kualitatif secara khas adalah merupakan satu proses yang interaktip dan aktif. Seorang peneliti kualitatif harus sering dan banyak membaca data naratif yang dilakukan secara berulang-ulang dalam mencari arti dan pemahaman-pemahaman lebih dalam.Kemudian dilanjutkan dengan cara mencatat bahwa analisis kualitatif adalah proses tentang pencocokan data bersama-sama, sehingga dapat memberikan gambaran bagaimana membuat yang samar menjadi nyata, menghubungkan akibat dengan sebab.

Validitas dan realibilitas Data Kualitiatif

oleh : Saftiandi
http://nahulinguistik.wordpress.com/2009/06/01/validitas-dan-reliabilitas/
Ditulis pada Juni 1, 2009.
Akses tanggal 22 Mei 2010.

Dalam penelitian, baik berbentuk kualitatif maupun kuantitatif, kriteria utama yang harus diperhatikan adalah valid, reliabel, dan objektif. Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terdapat di lapangan dan data yang dilaporkan oleh peneliti. Kalau dalam objek penelitian terdapat warna merah, peneliti akan melaporkan warna merah. Kalau dalam objek penelitian para pegawai bekerja dengan keras, peneliti melaporkan bahwa pegawai bekerja dengan keras. Bila peneliti membuat laporan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada objek, data tersebut dapat dinyatakan tidak valid.

Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajat akurasi antardesain penelitian dan hasil yang dicapai. Kalau desain penelitian dirancang untuk meneliti etos kerja pegawai, data yang diperoleh seharusnya adalah data yang akurat tentang etos kerja pegawai. Penelitian menjadi tidak valid jika yang ditemukan adalah motivasi kerja pegawai.

Validitas eksternal berkenaan dengan derajat akurasi, dapat atau tidaknya hasil penelitian digeneralisasikan atau diterapkan pada populasi tempat sampel tersebut diambil. Bila sampel penelitian representatif, instrumen penelitian valid dan reliabel, cara mengumpulkan dan menganalisis data benar, penelitian akan memiliki validitas eksternal yang tinggi.

Reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan positivistik (kuantitatif), suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama atau peneliti yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama atau sekelompok data bila dibagi menjadi dua kelompok menunjukkan data yang tidak berbeda. Kalau peneliti satu menemukan dalam suatu objek berwarna merah, peneliti yang lain juga demikian.

Objektivitas berkenaan dengan derajat kesepakatan atau interpersonal agreement antarbanyak orang tentang suatu data. Bila dari 100 orang terdapat 99 orang yang menyatakan bahwa terdapat warna merah dalam objek penelitian itu, sedangkan yang 1 orang lagi menyatakan warna lain, data tersebut adalah data yang objektif. Data yang objektif akan cenderung valid walaupun belum tentu valid.

Komentar :

Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal, yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif, alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol, dan sumber data kualitatif yang kurang kredible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dan yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kebenaran realitas data menurut penelitian kualitatif tidak bersifat tunggal, tetapi jamak dan bergantung kepada konstruksi manusia, dibentuk dalam diri seseorang sebagai hasil proses mental dalam setiap individu dengan berbagai latar belakangnya.

Berikan Tanggapan Anda