Pengambilan Keputusan Individu

pengambilan keputusan individu dan kelompok,pengambilan keputusan individu,pengambilan keputusan individual,pengambilan keputusan individu dan kelompok dalam manajemen,pengambilan keputusan individu adalah,pengambilan keputusan individu dalam perilaku organisasi,pengambilan keputusan individu dalam organisasi,contoh pengambilan keputusan individu,proses pengambilan keputusan individu,contoh pengambilan keputusan individu dan kelompok,pengambilan keputusan secara individu,pengertian pengambilan keputusan individu menurut para ahli,artikel persepsi dan pengambilan keputusan individu,contoh pengambilan keputusan berupa individu dan kelompok,cara pengambilan keputusan individu yang baik,contoh pengambilan keputusan berupa individu,cara pengambilan keputusan individu,contoh pengambilan keputusan individu terbaru,contoh kasus pengambilan keputusan individu,contoh kasus pengambilan keputusan individu dan kelompok,contoh pengambilan keputusan secara individu,cara pengambilan keputusan secara individu,proses pengambilan keputusan individu dan kelompok,makalah pengambilan keputusan individu dan kelompok,perbandingan pengambilan keputusan individu dan kelompok,gaya pengambilan keputusan individu dan kelompok,gaya-gaya pengambilan keputusan individu dalam organisasi,gaya pengambilan keputusan etis individu,empat gaya pengambilan keputusan etis individu,4 gaya pengambilan keputusan etis individu,empat prinsip pengambilan keputusan individu,faktor pengambilan keputusan individu,faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan individu,gaya pengambilan keputusan individu,4 gaya pengambilan keputusan individu,hubungan persepsi dengan pengambilan keputusan individu,jenis pengambilan keputusan individu,jurnal pengambilan keputusan individu,jurnal persepsi dan pengambilan keputusan individu,kelebihan pengambilan keputusan individu,kelemahan pengambilan keputusan individu,keuntungan pengambilan keputusan individu,teknik pengambilan keputusan individual model optimasi,makalah pengambilan keputusan individu,model pengambilan keputusan individu,metode pengambilan keputusan individu,materi pengambilan keputusan individu dan kelompok,makalah persepsi dan pengambilan keputusan individu,persepsi dan pengambilan keputusan individu dalam perilaku organisasi,persepsi dan pengambilan keputusan individu dalam perilaku organisasi ppt,persepsi dan pengambilan keputusan individu dalam suatu organisasi,pengambilan keputusan pada individu,gaya pengambilan keputusan pada individu,pengertian pengambilan keputusan individu,persepsi pengambilan keputusan individu,prinsip pengambilan keputusan individu,pendekatan pengambilan keputusan individu,resume persepsi dan pengambilan keputusan individu,pengambilan keputusan secara individu dan kelompok,kelebihan pengambilan keputusan secara individu,pengertian pengambilan keputusan secara individu,perbedaan pengambilan keputusan secara individu dan kelompok,kelemahan pengambilan keputusan secara individu,keuntungan pengambilan keputusan secara individu,kelebihan dan kekurangan pengambilan keputusan secara individu,teknik pengambilan keputusan individu,teori pengambilan keputusan individu,pertanyaan tentang pengambilan keputusan individu,pengaruh perilaku terhadap pengambilan keputusan individu,faktor utama dalam pengambilan keputusan individu,pengambilan keputusan individu vs kelompok,persetujuan pengambilan keputusan oleh semua individu yang terlibat di dalamnya disebut,2 pendekatan pengambilan keputusan individu,4 prinsip pengambilan keputusan individu

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A. MODEL KEPUTUSAN OPTIMASI

Merupakan suatu model pengambilan keputusan yang menguraikan bagaimana individu-individu menguraikan bagaimana seharusnya individu-individu berperilaku agar memaksimalkan suatu hasil.

Langkah-langkah dalam model optimasi :

  1. Memastikan pentingnya suatu keputusan
  2. Mengenali kreteria keputusan
  3. Memberikan prioritas / bobot pada kreteria keputasan yang diambil
  4. Mengembangkan alternatif-alternatif keputusan
  5. Mengevaluasi alternatif keputusan
  6. Memastikan alternatif keputusan yang terbaik

B. MODEL KEPUTUSAN ALTERNATIF

Model keputusan umtuk membantu menjelaskan dan meramal perilaku-perilaku yang tidak rasional jika dipandang dibawah pengandaian-pengandaian optimasi.

C. MODEL CUKUP-MEMUASKAN

Suatu model pengambilan keputusan yang cara pengambilan keputusannya memilih pemecahan pertama cukup baik yaitu memuaskan dan cukup Hakikat dari model cukup-memuaskan adalah cara menghadapi masalah-masalah yang rumit,menanggapi pengambilan keputusan dengan mengurangi atau mengecilkan masalah ke tingkatan yang mudah dipahami.

Kemudian individu-individu dapat berperilaku rasional yang dinamakan rasionalitas berikat yang merupakan individu-individu mengambilkeputusan dengan merancang bangun model-model yang disederhanakan yang mengekstrak perwajahan yang mutlak diperlukan dari problem-problem tanpa menangkap semua kerumitan.

Salah satu aspek yang menarika dalam model cukup-memuaskan adalah alternatif-alternatif yang dipertimbangkan bersifat kritis dalam menentukan alternatif pilihan.

D. MODEL FAVORIT IMPLISIT

Suatu pengambilan keputusan secara implisit dengan memilih alternatif yang lebih disukai dan mengesampingkan evaluasi dari alternatif-alternatif yang lain.

E. MODEL INTUITIF

Merupakan suatu proses yang diciptakan dalam pengalaman yang terbaik.

Faktor-faktor kita mengambil keputusan secara intuitif :

  1. Mempunyai keyakinan
  2. Mempunyai prseden yang sedikit
  3. Mempunyai variabel-variabel yang kurang dapat diperkirakan secara ilmiah
  4. Mempunyai keterbatasan fakta
  5. Tidakmempunyai pedoman yang jelas
  6. Tidak mempunyai data analitis
  7. Mempunyai argumentasi dengan beberapa alternatif pilihan yang terbaik
  8. Kecepatan dalam mengambil keputusan ketika waktu yang tersedia terbatas

ISU-ISU YANG BERKEMBANG DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A. Memperbaiki pengambilan Keputusan yang etis

Tiga kreteria keputusan yang etis :

  1. Manfaat utilitarian
  2. Fokus pada hak
  3. Fokus pada keadilan
Baca Juga  Teori Motivasi

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengambilan Keputusan Etis

  1. Tahap Perkembangan Moral, sustu penilaian dari kapasitas seseorang untuk menimbang-nimbang apakah yang secara besar, makin tinggi perkembangan moral seseorang makin kurang bergantung ia pada pengaruh-pengaruh luar dan makin cendurung berlaku etis.
  2. Lingkungan organisasi, merujuk ke persepsi karyawan mengenai pengharapan organissasional.
  3. Tempat Kedudukan Kendali,hal ini tidak lepas dengan struktur organisasi.

Berikan Tanggapan Anda