PERUBAHAN DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH

Perubahan secara umum mengandung arti adanya perbedaan keadaan sesuatu daripada waktu sebelumnya. Perbedaan tersebut bisa positif dan bisa pula negatif. Yang positif lebih mengarah kepada kemajuan dan yang negatif mengarah kepada kemunduran. Keduanya dapat terjadi sesuai dengan sifat laten perubahan itu sendiri. “ There is nothing permanent except change “ demikian menurut Heraklitus. Oleh karena itu, suatu perubahan dapat terjadi menuju arah yang diinginkan maka perlu adanya pengelolaan dalam arti adanya kesadaran untuk menyiapkan, menjalankan dan menilai perubahan yang dituju. Yang melakukan perubahan adalah agen perubahan. Agen Perubahan adalah orang yang bertindak sebagai katalis dan memikul tanggung jawab mengelola kegiatan perubahan yang dapat berupa : Manajer, Karyawan atau konsultan luar.
Pendidikan adalah juga menjalankan perubahan. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. Kegaitan bimbingan, pengajaran dan atau latihan tersebut merupakan sarana ubah bagi peserta didik. Dengan demikian dapat dikatakan yang menjadi objek pendidikan adalah perubahan pada diri peserta didik. Sebagai usaha sadar maka hal tersebut ditempuh melalui kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Pihak yang terlibat dihadapkan kepada tugas yang ada kalanya menuntut berubah-ubah, sebagai akibat dihadapkannya pada arah masa yang akan datang. Karena itu perubahan adalah esensi dalam pendidikan.
Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan strategis dalam pembangunan bangsa serta memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan trasformasi sosial. Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap menghadapi perubahan di lingkungan kerja. oleh karena itu apabila negara memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi.
Dalam perubahan pendidikan di sekolah dari yang cenderung semula guru aktif menjadi murid aktif dengan pertimbangan pembelajaran menjadi lebih bermutu, dalam arti murid dapat terlayani belajar sesuai kebutuhannya, paling tidak dua hal yang menjadi berbeda. Pertama : aktivitas mengajar guru menjadi lain. Cara dan prosedur yang ditempuh guru menjadi tidak seperti biasanya. Bisa jadi semula guru dalam mengajar lebih banyak memberikan informasi, penjelasan dan berusaha memberi contoh-contoh. Kemudian guru mengajar dengan membagi tugas, memberi petunjuk dan mendorong murid menemukan sendiri contoh-contoh. Kedua : aktivitas belajar murid berbeda, dari semula murid mendapat perlakuan yang sama bahkan bisa mungkin menunggu dan menerima apa yang disuguhkan oleh guru menjadi mereka mendapat banyak pilihan dalam mempelajari hal yang sama.
Cara belajar siswa yang berbeda-beda, memerlukan cara pendekatan pembelajaran yang berbeda. Guru harus mempergunakan berbagai pendekatan agar anak tidak cepat bosan. Kemampuan guru untuk melakukan berbagai pendekatan dalam belajar perlu diasah dan ditingkatkan. Jangan cepat merasa puas setelah mengajar, tetapi lihat hasil yang didapat setelah mengajar. Sudahkah sesuai dengan tujuan umum pendidikan. Perlu juga dipelajari penjabaran dari kurikulum ang dipergunakan agar yang diajarkan ketika di kelas tidak melenceng dari kurikulum yang sudah ditentukan.
Banyak masalah yang bisa terjadi ketika perubahan akan dilakukan. Masalah yang paling sering dan menonjol adalah “penolakan atas perubahan itu sendiri”. Istilah yang sangat populer dalam manajemen adalah resistensi perubahan (resistance to change). Penolakan atas perubahan tidak selalu negatif karena justru karena adanya penolakan tersebut maka perubahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Penolakan atas perubahan tidak selalu muncul dipermukaan dalam bentuk yang standar. Penolakan bisa jelas kelihatan (eksplisit) dan segera, misalnya mengajukan protes, mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya; atau bisa juga tersirat (implisit), dan lambat laun, misalnya loyalitas pada organisasi berkurang, motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat, tingkat absensi meningkat, dan lain sebagainya
Perubahan dalam pendidikan di sekolah amatlah diperlukan terutama dalam kaitannya dengan pertahanan kelangsungan sekolah yang bersangkutan, dalamarti sekolah benar-benar berfungsi sesuai dengan yang diidekan. Dimana ide hadirnya sekolah tidak terelepas dari tuntutan lingkungan yang terus berkembang. Oleh karena itu kelangsungan hidup suatu sekolah tergantung pada kemampuan sekolah untuk senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perekembangan tersebut. Artinya keadaan sekolah harus dibuat berbeda dari kondisi sebelumnya dan dibuat cocok dengan perekembangan lingkungannya.
Ide dasar fungsi utama sekolah adalah disamping mengakomodir murid untuk belajar dan memfasilitasinya agar terjadinya belajar itu lebih baik, maka perubahan dalam pendidikan sekolah pun hendaknya ditempatkan pada kepentingan fungsi tersebut dengan harapan murid dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Oleh : Uray Iskandar, S.Pd Guru SMP Negeri 1 Selakau
( Mahasiswa S2 AP FKIP Untan Pontianak )

Baca Juga  Kepemimpinan Transformasional

Berikan Tanggapan Anda