Organisasi dan Manajemen

Pada dasarnya manusia merupakan mahluk sosial, dimana pada dirinya ada rasa interaksi diri terhadap lingkungannya, maka dari itu mereka membuat sebuah komunitas sejenis untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuannya itu mereka membuat satu kelompok yang diharapkan mampu mewujudkan tujuannya yang biasa disebut dengan istilah organisasi.
Pengertian Organisasi menurut Griffin dkk ( 1996 ) dalam Husaini Usman (2006:128) adalah sekelompok orang yang bekerja untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Sutarto (1995) mendefinisikan organisasi adalah sekumpulan orang, proses pembagian kerja dan sistem kerjasama atau sistem sosial. Dengan demikian organisasi adalah sekelompok orang yang membuat suatu perkumpulan untuk suatu tujuan.
Organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan dan penghidupan. Diatas telah dijelaskan bahwa organisasi adalah proses kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama secara efektif dan efisien. Dalam proses kerjasama dua orang atau lebih terdapat bermacam-macam perilaku individu didalam organisasi. Suatu organisasi membentuk struktur dengan bagan yang menunjukkan rantai hubungan kekuasaan formal dan pembagian kerja.Organisasi bukan merupakan sistem yang statis tetapi terus berkembang didasarkan kebutuhan sistem dan peluang yang ada dalam lingkungan.
Manajemen adalah merupakan suatu kebutuhan manusia untuk mencapai tujuan di dalam suatu organisasi. Suatu organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama, namun untuk mencapai tujuan secara efektif diperlukan manajemen yang baik dn benar. Terdapat berbagai pendapat tentang manajemen, walaupun pad hakekatnya mempunyai makna yang sama. Sebagai contoh menurut pendapat Mary Parker dalam Wibowo (2008:9) bahwa manajemen adalah the art of getting things thone through people (manajemen adalah sebagai suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu yang dilakukan melalui orang lain. Sedangkan menurut Stoner dan Freeman dalam Wibowo (2008:9) bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin an mengawasi pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi.Dengan demikian bahwa manejemen adalah proses di dalam mengelola sumber daya yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien,
Organisasi akan tetap eksis di tengah masyarakat jika mempunyai komitmen terhadap: satu tujuan; fokus terhadap pelanggan; obsesi yang tinggi terhadap kualitas, motivasi berprestasi dan mengejar daya saing; perencanaan jangka panjang; antisipatif dan proaktif; kerjasama tim yang dinamis; anggota organisasi selalu tekun bekerja, giat berusaha dan terus meningkatkan pengetahuan dan kecakapannya; pemberdayaan dan mendorong anggota untuk maju; memperbaiki proses secara berkesinambungan; terus menerus menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. Agar komitmen tersebut tetap terjaga oleh organisasi maka dalam sepanjang waktu perlu dilakukan : (a) membina proses; Dalam kegiatan ini anggota organisasi melakukan pekerjaannya sebagaimana ditetapkan dalam uraian pekerjaannya. (b) melakukan perbaikan performance secara perorangan dan atau kelompok, (c) menangani krisis, ini berarti menghadapi dan menangani keadaan darurat. Apabila perbaikan performance dilakukan secara aktif akan menciutkan area penanganan krisis. Agar organisasi dapat mencapai tujuan maka dalam membina proses perlu dibentuk satu “kelompok penggerak dan perintis perubahan”. Untuk menjalankan perannya, ia terlepas dari hirarki organisasi, anggotanya mempunyai idealisme, pengetahuan dan kecakapan, reputasi baik, mempunyai hubungan baik dengan anggotaanggota lainnya.
Pemimpinan yang bermutu mempengaruhi laju gerak organisasi. Pimpinan harus mengambil inisiatif. Setiap respon organisasi pendidikan terhadap suatu perubahan ditentukan oleh pola kepemimpinan yang dijalankan. Oleh karena itu pemimpin harus memberikan contoh dalam pola pikir, pola sikap, pola tindak tentang mutu dalam setiap keputusan dan aktivitasnya. Pemimpin dalam satu struktur organisasi dapat digolongkan menjadi lower management, midlle management, top management. Masing-masing klasifikasi pimpinan itu perlu ada batasan dalam perannya sehingga gerak organisasi dapat berjalan lancar, tidak ada tumpang tindih dalam pengambilan keputusan. Lower management dapat mengambil bagian untuk pendampingan purna proses dengan melayani pelanggan selama proses berjalan dan purna program. Prespektif pembelajaran dan pertumbuhan mengukur kemampuan lembaga untuk mengembangkan dan memanfaatkan SDM sehingga tujuan strategik dapat tercapai.
Ketika lembaga sensitife terhadap perubahan yang bergulir dan peluang yang ditawarkan, serta mempunyai komitmen dalam mempertahankan eksistensinya dengan menetapkan langkah strategis dalam pengelolaan pendidikan, maka lembaga memerlukan suatu organisasi untuk m e w u j u d k a n n y a . Organisasi merupakan unsur penting dalam manajemen. Manajemen tidak bermakna apabila organisasi tidak ada. Organisasi yang tangguh adalah organisasi yang memiliki sumber daya manusia bermutu, aktif, bersemangat, struktur organisasi mantap, dan mempunyai sistem informasi yang up to date. Di dalam organisasi selalu ada orang-orang yang mempunyai tugas dan peran masing-masing. Mereka saling berinteraksi dalam sebuah struktur organisasi untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat input, proses, output dan feedback. Suatu organisasi dibangun tentu memiliki tujuan.
Didalam pelaksanaan manajemen organisasi bahwa terdapat pengorganisasian yang merupakan pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok yang harus dijalankan oleh manajer pada semua tingkatan, jenis kegiatan dan bentuk organisasi. Bahkan di dalam pengorganisasian dapat tergambar bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan dengan adanya pembagian-pembagian pada orang yang diberikan tugas dan tanggung jawabnya.
Maka dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses atau serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan dengan menjalankan fungsi manajemen dan menggunakan sumber daya dan tetap harus menjalankan fungsi-fungsi manajemen

Baca Juga  PROFESIONALISME KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

Berikan Tanggapan Anda