SUPERVISI MANAJERIAL DAPAT MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentangguru pada pasal 15 ayat 4 dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikianpengawas sekolah dituntut mempunyai kuailifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya.
Pengawas profesional adalah pengawassekolah yang melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dengan optimal. Selain itu untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah maka perlu dilaksanakan pengembangan profesi secara berkelanjutan dengan tujuan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakinkompleks dan untuk lebih mengarahkan sekolah ke arahpencapaian tujuan pendidikan nasional yang efektif,efisien dan produktif
Begitu pentingnyaperan pengawas sekolah dalam memajukan mutu pendidikan nasional hingga tak terasa tuntutan dan tanggungjawab yang harus dipikul pengawas sekolah juga menjadi besar pula. Namun kenyataannya dilapangan peran  pengawasan  tersebut  dilaksanakan  belum dilaksanakan dengan  pendekatan  supervisi yang bersifat ilmiah,  klinis,  manusiawi,kolaboratif, artistik, interpretatif, dan  berbasis kondisi sosial budaya. Pendekatan ini bertujuanmeningkatkan mutu pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pokok-pokok permasalahan sebagaimana diuraikan pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka perumusan masalah dalam menyusun best practice pengawas sekolah ini adalah sebagai berikut:
Apakah supervisi manajerial dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sekolah di SMP Negeri 2 Selakau Timur ?
C. Tujuan dan Manfaat
    1. Tujuan
Sehubungan dengan masalah tersebut di atas, maka tujuan dan sasaran kepengawasan  ini adalah sebagai berikut :
a.       Membantu kepala sekolah lebih tertib dalam melaksanakan administrasi sekolah.
b.      Membantu guru mata pelajaran agar dalam pelaksanaan pembelajaran  sebaik mungkin mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan  tahap penilaian.
c.       Membantu tenaga administrasi sekolah dalam menertibkan surat-menyurat dan dokumen sekolah.
    2. Manfaat
a.   Menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
b. Untuk menyusun laporan peklaksanaan penilaian dan pembinaan di sekolah
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.      Supervisi Manajerial
Kepala sekolah sebagai manajer juga diharapkan dapat menjadikan perubahan ke arah yang lebih baik yaitu perubahan pada budaya kerja sebuah organisasi. Perubahan budaya kerja yang rendah diharapkan dapat diubah dengan budaya yang produktif karena pengaruh kepemimpinan atasan yang lebih mengutamakan pada otonomi atau kemandirian para anggota. Apa yang dilakukan pemimpin akan mempengaruhi secara langsung budaya dalam organisasi yang dipimpinnya ( Asri Laksmi Riani, 2011: 17)
Supervisi adalah kegiatan professional yang dilakukan oleh pengawas Sekolah dalam rangka membantu kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Supervisi ditujukan pada dua aspek  yakni: manajerial dan akademik. Supervisi manajerial menitik beratkan pada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi Sekolah yang berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pembelajaran.
Dalam Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Madrasah (Direktorat Tenaga Kependidikan, 2009: 20) dinyatakan bahwa supervisi manajerial adalah supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan Sekolah yang terkait langsung dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas Sekolah yang mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) kependidikan dan sumberdaya lainnya.
Dalam melaksanakan fungsi supervisi manajerial, pengawas Sekolah/madrasah berperan sebagai: (1) kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan manajemen Sekolah, (2) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi Sekolah, (3) pusat informasi pengembangan mutu Sekolah, dan (4) evaluator terhadap pemaknaan hasil pengawasan.
Dalam pendidikan, pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000 : 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Burhanudin (1990:284) memperjelas hakekat pengawasan pendidikan adalah pada hakekat substansinya. Hakekat substansi  pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan profesional kesejawatan pengawas satuan pendidikan kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran.
B. Pengelolaan Sekolah
Pengertian lain tentang sekolah efektif yakni sekolah efektif menunjukkan pada kemampuan sekolah dalam menjalankan fungsinya secara maksimal, baik fungsi ekonomis, fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya maupun fungsi pendidikan. Fungsi ekonomis sekolah adalah memberi bekal kepada siswa agar dapat melakukan aktivitas ekonomi sehingga dapat hidup sejahtera. Fungsi sosial kemanusiaan sekolah adalah sebagai media bagi siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan masyarakat
Fungsi-fungsi tersebut ada yang menjadi fungsi umum (notice function), dalam arti berlaku bagi semua jenis dan/atau jenjang sekolah, dan ada pula yang lebih menonjol pada jenis-jenis sekolah tertentu (distinctive function), seperti pada sekolah-sekolah yang memiliki ciri keagamaan, sekolah-sekolah kejuruan, atau jenis-jenis sekolah lainnya.
Sekolah harus dipahami sebagai satu kesatuan sistem pendidikan yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling bergantung satu sama lain. Dengan demikian, pengembangan kompetensi pada diri siswa tidak dapat diserahkan hanya pada kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas, melainkan juga pada iklim kehidupan dan budaya sekolah secara keseluruhan. Setiap sekolah sebagai suatu kesatuan diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar kepada seluruh siswanya untuk menguasai keempat kompetensi di atas sesuai dengan jenjang pendidikannya dan misi khusus yang diembannya.
Secara teoritik, penilaian efektivitas sekolah perlu dilakukan dengan cara mengkaji bagaimana seluruh komponen sekolah itu berinteraksi satu sama lain secara terpadu dalam mendukung keempat kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.. Oleh karena itu, pengertian penilaian sekolah efektif dirumuskan sebagai penilaian terhadap keoptimalan berfungsinya setiap komponen sekolah dalam mendukung penguasaan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
A. Hasil Kegiatan Sebelumnya
Pelaksanaan kepengawasan pada semester genap di sekolah binaan dilakukan mulai awal semester pada bulan Januari 2011 sampai dengan akhir semester bulan  Juni 2012. Pelaksanaan pembinaan merupakan kelanjutan dari kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas yang terdahulu, hal ini berkenaan baru diterimanya  Surat Keputusan  sebagai pengawas SMP  di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas awal Januari 2012.
Tahap awal pelaksanaan kepengawasan melakukan survey atau pendataan terhadap sekolah binaan, dengan menyampaikan tujuan dan program kerja yang akan dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah pendekatan dan metode yang sesuai dengan sasaran supervisi yang akan dilakukan.
Adapun Hasil pengawasan tahun sebelumnya di sekolah binaan tentang supervisi manajerial  tercantum pada tabel berikut ini :
Tabel 3.1 Hasil Supervisi Manajerial
No
Standar
Tujuan
Sasaran
Target
Pencapai
an Target
Kendala/
Hambatan
Tindak Lanjut
1
Isi
Sekolah melaksanakan Standar Isi  yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
Urusan Kuriku
lum
100 %
75 %
Sekolah belum memiliki kurikulum Mulok
Pembinaan melalui pendampingan di MGMP sekolah
2
Proses
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
Urusan Kuriku
Lum dan Kepsek
100 %
63 %
Pengawasan Proses Pembelajaran tidak dilaporkan ke Dinas Pendidikan
Hasil Pengawasan proses pembelajaran dilap[orkan setiap akhir semester
3
SKL
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
Urusan Kuriku
Lum dan Kepsek dan guru
100 %
67,50 %
Banyaknya siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK karena masalah ekonomi
Mengundang ortu siswa yang mau tamat disarankan supaya anakanya melanjutkan pendidikan
4
PTK
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
 Kepsek, guru dan TU
100 %
71 %
Sulitnya mencari tenaga honorer yang sesuia dgn latar belakang pendidikannya
Mencari tenaga honorer dengan melihat jenjang pendidikannya
5
Sarpras
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
Urusan Sarpras, Kepsek, guru dan TU
100 %
61,61 %
Sekolah belum memiliki listrik, tempat ibadah dan ruang BK
Perlu diusulkan ke instansi terkait secara berkala
6
Pengelolaan
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
 Kepsek,
100 %
76,38 %
Kepala sekolah belum memiliki evaluasi program kerja secara jelas
Diajarkan membuat/menyu
sun evaluasi kerja setiap akhir tahun
7
Pembiayaan
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
 Kepsek,
Dan bendahara
100 %
83,82
Pembiayaan pengadaan daya dan jasa sulit terpenuhi krn jlh siswa sedikit
Disulkan ke instansi terkait untuk di prioritaskan
8
Penilaian
Sekolah melaksanakan Standar   yang  sesuai dengan acuan yang telah di tetapkan
Urusan Kesiswaan dan kepsek
100 %
85 %
Hasil UN belum menjadi patokan untuk penentuan PSB
Menghimpun data hasil UN untuk kepentingan pembinaan proses belajar mengajar di kelas
Berdasarkan data tersebut maka dianalisis dan diindentifikasi tentang keberhasilan dan hal-hal yang perlu mendapat perhatian untuk program kepengawasan tahun berikutnya antara lain adalah Standar Proses, SKL, Sarpras melalui supervisi manajerial 8 SNP. Oleh karena itu maka program pengawasan berikutnya adalah merubah strategi supervisi manajerial 8 SNP  dengan menilai diri sendiri ( EDS )
B. Strategi Pemecahan Masalah
1.  Alasan pemilihan strategi pemecahan masalah
Yaitu peningkatan pemahaman dan pengimplementasian kompetensiyang dimiliki oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sehari- hari untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan ( SNP )
    2.  Deskripsi strategi pemecahan masalah
a.  Pengelolaan  sekolah  yang  meliputi  penyusunan  program  sekolah berdasarkan SNP
b.  Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS)  dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan mutu pendidikan.
    3. Tahapan Operasional Pelaksanaan
Berikut ini akan diuraikan tentang beberapa metode supervisi manajerial, yaitu: monitoring dan evaluasi, refleksi dan FGD, metode Delphi, dan Workshop. Monitoring adalah suatu kegiatan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan penyelenggaraan Sekolah, apakah sudah sesuai dengan rencana, program, dan/atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pelaksanaan program (Rochiat, 2008: 115). Kegiatan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kesuksesan pelaksanaan penyelenggaraan Sekolah atau sejauhmana keberhasilan yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu. Diskusi Kelompok Terfokus (Focused Group Discussion) yang merupakan hasil monitoring yang dilakukan pengawas hendaknya disampaikan secara terbuka kepada pihak Sekolah, terutama kepala Sekolah, komite Sekolah dan guru. Secara bersama-sama pihak Sekolah dapat melakukan refleksi terhadap data yang ada, dan menemukan sendiri faktor-faktor penghambat serta pendukung yang selama ini mereka rasakan. Metode Delphi dapat digunakan oleh pengawas dalam membantu pihak Sekolah merumuskan visi, misi dan tujuannya. Sesuai dengan konsep MBS. Workshop merupakan salah satu  metode yang dapat ditempuh pengawas dalam melakukan supervisi manajerial.
C. Pembahasan
            Hasil atau dampak yang dicapai dari strategi yang dipilih adalah dapat dilihat dari Pemantauan Pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan memanfaatkan hasil– hasilnya untuk membantu kepalasekolah mempersiapkan akreditasi sekolah dan mengisi Evaluasi Diri Sekolah ( hasil terlampir ).
Selain itu dilaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah tentang pengelolaan sekolah sesuai dengan standar nasional pendidikan. Pengawas juga melakukan pendampingan terhadapkepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasisekolah (supervisi manajerial), yang meliputi:
a. Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah
b.   Memberikan bimbingan  kepada  kepala  sekolah  untuk  melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya.
             
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Simpulan
Metode kerja yang dilakukanantara lain observasi, kunjungan atau pemantauan, pengecekan/klarifikasi data, kunjungan kelas, rapat dengankepala sekolah dan guru-guru dalam pembinaan. Untuk meningkatkan profesionalisme kepala   sekolah   dalammelaksanakan tugasnya ditindak lanjuti dengan kegiatanbimbingan dan pelatihan kepala sekolah.
2. Rekomendasi
Agar pelaksanaan pengawasan manajerial untuk Pemenuhan 8 (delapan standar nasional pendidikan ) :
a.         Dinas pendidikan dalam upaya pemberian bentuk bantuan apapun  ke sekolah agar melibatkan pengawas sekolah. Karena Pengawas sekolah yang lebih mengetahui kondisi sebenarnya di sekolah .Hal ini sangat penting karena banyak sekolah yang semestinya wajib mendapat bantuan ternyata bantuan itu diberikan ke sekolah yang mestinya tidak perlu .
b. Agar peran pengawas lebih dioptimalkan, karena  pengawaslah ujung tombak dalam melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dalam rangka mewujudkan  pendidikan yang berkualitas, baik di bidang akademik maupun manajerial
                                                                   
Baca Juga  Sistematika penyusunan Rencana Kerja Menengah (RKJM) DAN RKT

Berikan Tanggapan Anda