Menciptakan Inovasi Bagi Pengembangan Sekolah


Persaingan dan perubahan yang terjadi dalam konteks dunia pendidikan  mengisyaratkan kemampuan seorang kepala sekolah yang handal untuk melakukan beraneka ragam pekerjaan. Pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh sertadikembangkan dari lembaga pendidikan dan latihan sebelumnya seringkali dianggap kurang sesuai dengan tuntutan persyaratan kerja kepala sekolah yang ber eskalasi tinggi, sehingga pertumbuhan profesionalismenya harus terus-menerus juga dirangsang.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah  menegaskan bahwa seorang kepala sekolah   harus memiliki lima dimensi kompetensi minimal yaitu: kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.  Kewirausahaan di sini dalam makna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan komersial. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah karakteristiknya (sifatnya) seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan; bukan mengkomersilkan sekolah.

Semua karakteristik tersebut bermanfaat bagi Kepala sekolah dalam mengembangkan sekolah, mencapai keberhasilan sekolah, melaksanakan  tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin, menghadapi kendala sekolah, dan mengelola kegiatan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Kepala Sekolah dituntut untuk berani menanggung resiko dan memanfaatkan peluang dengan mengembangkan urusan-urusan yang menguntungkan. Secara singkat Kepala Sekolah itu dituntut untuk memiliki jiwa yang dapat melakukan wirausaha di sekolahnya.

Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif, inovatif dan kesanggupan hati untuk mengambil resiko atas keputusan hasil ciptaannya serta melaksanakannya secara sungguh-sungguh, ulet, gigih, tekun, progresif dan pantang menyerah,  sehingga nilai tambah yang diharapkan dapat dicapai. Jadi, seorang kepala sekolah yang memiliki kwirausahaan tentunya  memiliki kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain (prinsip kreatif dan inovatif) dan hasilnya adalah berupa pikiran yang asli dan bukannya replikasi, hal yang baru dan bukannya meniru, memberi kontribusi dan bukannya membuat rugi.

Selain kemampuan kreatif dan inovatif, seorang yang memiliki kewirausahaan harus mempunyai kesanggupan hati yang ditunjukkan oleh beberapa hal:

a. tumbuhnya tindakan atas kehendak sendiri dan bukan karena pihak lain;

b.  progresif dan ulet, seperti tampak pada usaha mengejar prestasi, penuh ketekunan, merencanakan dan mewujudkan harapan-harapannya;

c.  berinisiatif, yakni mampu berpikir dan bertindak secara asli/orisinal/baru, kreatif dan penuh inisiatif;

d.  pengendalian dari dalam, yakni kemampuan mengendalikan diri dari dalam yang mampu mempengaruhi lingkungan atas prakarsanya sendiri;

e. kemantapan diri, yang ditunjukkan oleh harga diri dan percaya diri.

f.  mampu memikirkan hal-hal yang baru yang belum pernah orang lain pikirkan

Jadi seorang Kepala Sekolah itu berjiwa kewirausahaan adalah mereka yang memiliki keberanian, berjiwa kepahlawanan, dan mengembangkan cara-cara kerja yang mandiri. Kewirausahaan adalahkemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kuat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses intinya untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.  Memang realitas antara wiraswasta itu sama dengan wirausaha yakni berusaha keras menunjukkan sifat-sifat keberanian, keutamaan dan keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan pribadi diri sendiri. Meskipun demikian wirausaha memiliki visi pengembangan usaha, kreativitas dan daya inovasi, sedangkan wiraswasta tidak memilikinya

Baca Juga  PENGENALAN KARYAWAN BARU

Berikan Tanggapan Anda