Guru Sebagai Pengelola Proses Belajar Mengajar

model dan teladan, belajar mengajar

Guru merupakan komponen sekolah yang sangat penting, memiliki peran utama dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakannya. Oleh karena itu guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara matang dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya.

Hal ini menuntut guru agar melakukan perubahan–perubahan kearah yang lebih maju dalam pengorganisasian kelas, penggunaan  metode mengajar, pendekatan, strategi belajar mengajar, maupun sikap dan karakteristik guru dalam mengelola proses belajar mengajar.

Guru berperan sebagai pengelola proses belajar mengajar, bertindak sebagai fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif. Jika guru mengajar sudah efektif, maka akan berpengaruh pada peningkatan kualitas keluaran atau outputnya.

Mengajar adalah usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa, Hamalik (2009:48). Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa, proses mengajar menitikberatkan pada unsur antara lain: siswa, lingkungan dan proses belajar.

Berkaitan dengan itu tentunya diperlukan  seorang guru yang memiliki kompetensi pedagogis yang tinggi agar mampu mengelola pembelajaran menjadi efektif sehingga terjadi perubahan pada perilaku siswa kearah yang lebih baik dan maju.

Ketaatan dan kedisiplinan guru dalam bekerja sangat bervariasi seperti, ada beberapa guru tidak hadir kesekolah tanpa keterangan sedangkan jam mengajarnya ada, hal tersebut dapat diketahui dari daftar hadir guru.

Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar

Begitu juga dengan kemampuan mengajar guru yang berlangsung di kelas, sebagian guru mengaku dapat berlangsung dengan tertib dalam suasana kondusif dan sebagian yang lain menyatakan sebaliknya.

Disisi lain pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah belum maksimal. Ditunjang lagi dengan penampilan kepemimpinan kepala sekolah yang belum mampu mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang efektif, sehingga hal ini berakibat pada tingkat kelulusan peserta didik belum memuaskan.

Dengan dilaksanakannya supervisi akademik oleh kepala sekolah, maka guru-guru dalam melaksanakan proses pembelajaran merasa terbantu karena dapat menemukan, kelemahan atau kekurangan yang dimilikinya.

Berawal dari kelemahan yang dimiliki oleh guru, kepala sekolah dapat memberikan masukan bagaimana melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan kaidah pembelajaran aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.

Kepala sekolah sebagai supervisor bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas pengajaran yang berlangsung di sekolah yang dipimpinnya. Agar lebih efektif dan efesien, kepala sekolah membantu guru–guru yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan pengajaran.



Seperti yang dinyatakan oleh Lipham dalam Syaiful  Sagala(2010:134) berkaitan dengan kinerja Kepala Sekolah,

“bahwa kepala sekolah yang berhasil adalah kepala sekolah yang memiliki komitmen yang kuat terhadap peningkatan kualitas pengajaran”.

Untuk itu kepala sekolah harus mampu untuk melaksanakan supervisi akademik, yaitu dengan memberi bantuan dan kemudahan kepada para guru untuk belajar meningkatkan kemampuan mereka dalam pembelajaran guna mewujudkan tujuan pembelajaran.

Baca Juga  PTS : Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Mempersiapkan RPP

Berikan Tanggapan Anda